PakeSatu
← Berita Tambang
Tambang

Pasar Bijih Nikel Indonesia Sesuaikan Diri dengan Tambahan RKAB dan Formula HPM Baru, Harga Kadar Rendah Tertekan

Pasar bijih nikel domestik sedang mengalami tekanan harga, khususnya pada bijih kadar rendah, akibat dua faktor utama: bertambahnya suplai dari persetujuan kuota RKAB tambahan dan penerapan formula Harga Patokan Mineral (HPM) limonit baru sejak 15 September 2026.Dampak Harga: Lonjakan pasokan dan penurunan benchmark HPM membuat harga low-grade ore turun. Saat ini, harga CIF tercatat di kisaran US$27/wmt (untuk Ni 1,2%) hingga US$63,4/wmt (untuk Ni 1,6%).Tindakan Strategis: Perusahaan tambang dan smelter disarankan untuk tidak lagi murni berpatokan pada harga global LME. Tim komersial harus lebih fokus memantau gap antara HPM pemerintah dengan harga transaksi aktual domestik (CIF) secara spesifik untuk tiap tingkatan kadar.

Redaksi PakeSATU
Pasar Bijih Nikel Indonesia Sesuaikan Diri dengan Tambahan RKAB dan Formula HPM Baru, Harga Kadar Rendah Tertekan

JAKARTA, 19 September 2026 – Dinamika pasar bijih nikel domestik di Indonesia tengah mengalami fase penyesuaian yang signifikan. Hingga pertengahan September ini, pelaku pasar mulai memperhitungkan dampak ganda dari pelepasan persetujuan tambahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta pemberlakuan formula Harga Patokan Mineral (HPM) baru khusus untuk limonit. Berdasarkan data pantauan pasar per 18 September 2026, harga Cost, Insurance, and Freight (CIF) bijih nikel di Indonesia berada pada kisaran berikut: Ni 1,2%: US$27/wmt Ni 1,4%: US$51,8/wmt Ni 1,5%: US$58,5/wmt Ni 1,6%: US$63,4/wmt Dua Faktor Utama Penekan Harga Perubahan peta harga saat ini didorong oleh dua sentimen utama yang terjadi secara bersamaan di bulan ini: Pelepasan RKAB Tambahan: Pemerintah secara bertahap mulai menyetujui dan merilis tambahan kuota RKAB bagi sejumlah perusahaan tambang. Langkah ini secara langsung mengerek volume suplai bijih nikel (suplai ore meningkat) di pasar domestik. Formula HPM Limonit Baru: Sejak 15 September lalu, pemerintah resmi memberlakukan formula HPM baru untuk jenis bijih nikel limonit. Formula baru ini memicu penurunan Correction Factor (CF) HPM limonit, yang pada akhirnya menurunkan patokan harga batas bawah (benchmark) untuk bijih nikel kadar rendah (low-grade ore). Kombinasi dari lonjakan pasokan akibat persetujuan RKAB dan turunnya patokan harga dari formula HPM baru ini membuat tekanan harga terpusat pada bijih kadar rendah. Langkah Strategis bagi Pelaku Industri Menghadapi tekanan pada bijih kadar rendah ini, tim komersial dari perusahaan pertambangan dan smelter nikel dituntut untuk lebih taktis. Analis pasar menyarankan agar perusahaan tidak lagi hanya berpatokan pada pergerakan harga nikel global di London Metal Exchange (LME). Tim komersial perlu secara intensif memonitor perbandingan antara HPM yang ditetapkan pemerintah dengan harga transaksi aktual domestik (CIF) secara spesifik untuk masing-masing kadar (per grade). Pergeseran dinamika pasokan lokal kini memiliki bobot pengaruh yang sama, atau bahkan lebih besar, dibandingkan sekadar fluktuasi indeks LME semata. (Sumber: Pantauan Data Transaksi Domestik & Analisis Pasar Nikel per 18 September 2026)

BACA JUGA

TOOLS TERKAIT

Lanjutkan dengan tools PakeSATU

Gunakan alat yang relevan tanpa perlu keluar dari PakeSATU.

BERITA TERKAIT

Lanjut baca topik Tambang

Lihat semua berita →