PakeSatu
← Berita Tambang
Tambang

Di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia, Bahlil Jaga Harga BBM Bersubsidi dan Dorong Hilirisasi Berkeadilan

Berita resmi dari Kementerian ESDM: Di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia, Bahlil Jaga Harga BBM Bersubsidi dan Dorong Hilirisasi Berkeadilan

Kementerian ESDM
Di Tengah Gejolak Geopolitik Dunia, Bahlil Jaga Harga BBM Bersubsidi dan Dorong Hilirisasi Berkeadilan

Ringkasan editorial PakeSATU

JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah eskalasi ketegangan geopolitik global. Dua pilar utama yang menjadi fokus saat ini adalah melindungi daya beli masyarakat melalui penahanan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan mempercepat agenda hilirisasi sumber daya alam yang berkeadilan. Ketidakpastian global, terutama yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah dan Eropa Timur, telah menyebabkan rantai pasok energi dunia terganggu dan harga minyak mentah berfluktuasi tajam. Meski demikian, Bahlil memastikan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan beban tersebut langsung menekan masyarakat. "Negara harus hadir sebagai bantalan. Di tengah harga minyak dunia yang dinamis akibat geopolitik, kami pastikan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak dinaikkan. Fokus kita saat ini adalah menjaga agar inflasi tidak melonjak dan daya beli rakyat kecil tetap terlindungi," ujar Bahlil di Jakarta. Menurutnya, intervensi pemerintah dalam menahan harga energi sangat krusial untuk memastikan roda perekonomian domestik, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetap berputar stabil. Selain kebijakan perlindungan jangka pendek melalui subsidi energi, Bahlil juga menekankan pentingnya strategi jangka panjang melalui transformasi ekonomi. Ia memastikan bahwa program hilirisasi—yang telah menjadi tulang punggung investasi nasional—akan terus didorong, namun dengan penekanan kuat pada aspek "keadilan". Bahlil menyoroti bahwa hilirisasi tidak boleh sekadar dinilai dari besarnya angka ekspor atau nilai investasi asing yang masuk, melainkan dari seberapa besar dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. "Hilirisasi berkeadilan itu harga mati. Artinya, setiap investasi smelter atau industri pengolahan yang masuk wajib berkolaborasi dengan pengusaha daerah dan UMKM lokal. Jangan sampai kekayaan alamnya diambil, tapi masyarakat di daerah penghasil hanya menjadi penonton," tegasnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, Kementerian ESDM bersama kementerian terkait terus memperketat syarat bagi para investor. Perusahaan diwajibkan melakukan transfer teknologi, memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, dan memperhatikan dampak lingkungan. Melalui kombinasi dua strategi ini—menjaga stabilitas harga energi di hilir dan menciptakan nilai tambah ekonomi di hulu—pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia akan semakin kokoh dan tahan banting dalam menghadapi berbagai guncangan eksternal di masa mendatang.

Ringkasan PakeSATU

Artikel ini merangkum informasi dari sumber eksternal. PakeSATU tidak menyalin isi penuh penerbit asal.

Baca di sumber asli ↗

BACA JUGA

TOOLS TERKAIT

Lanjutkan dengan tools PakeSATU

Gunakan alat yang relevan tanpa perlu keluar dari PakeSATU.

BERITA TERKAIT

Lanjut baca topik Tambang

Lihat semua berita →